Simulasi Kredit Rumah – Tips Kredit Rumah – Kredit Rumah KPR

 
 
Simulasi Berdasarkan
Penghasilan/Gaji
Harga Rumah
Gaji & Harga Rumah
Penghasilan /Bulan (Rp./ ex. 1.000.000) :
Masa Kredit (bulan) :
Fonny
Say Hello to CS 1
Fonny
Say Hello to CS 2

 

Inovasi Perumahan Rakyat: Rumah Berbahan Baku Baja Ringan

Inovasi Perumahan Rakyat: Rumah Berbahan Baku Baja Ringan

Pembangunan rumah dengan menggunakan konstruksi baja ringan dan sistem knock down dengan biaya murah merupakan inovasi baru dalam pembangunan rumah sejahtera tapak kedepan.  Hal ini disampaikan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa pada kunjungan kerjanya ke propinsi Banten, Jumat (8/4)

Dalam kunjungan kerjanya ke Propinsi Banten ini Menpera Suharso Monoarfa berkesempatan meninjau contoh rumah sehat sederhana yang dibangun menggunakan bahan baku baja ringan dan meninjau pabrik baja PT. Cipta Niaga Internasional di Cilegon serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sejahtera tapak di Perumahan Taman Graha Asri, Serang, Propinsi Banten.

Menpera dalam pidatonya mengutarakan bahwa pembangunan rumah dengan menggunakan bahan baku baja ringan dengan sistem knock down yang hanya memakan waktu singkat dan hanya memerlukan tenaga sekitar 6 orang untuk membangunnya ini diharapkan dapat melibatkan partisipasi dari penghuninya, sehingga diharapkan kedepan masyarakat dapat berinovasi sendiri karena mengerti betul struktur pembangunan rumahnya.

Adapun contoh rumah sehat sederhana tipe 36 yang dibangun menggunakan bahan baku baja ringan tersebut, menurut PT. Cipta Niaga Internasional hanya menghabiskan biaya sekitar 25 juta rupiah untuk bangunannya. Hal ini terbilang murah dikarenakan bahan baku baja ringan adalah hasil produksi sendiri tambah pihak PT. Cipta Niaga Internasional.

Sementara itu Iyus Yusuf Suptandar, Direktur Utama PT. Graha Serang Asri mengatakan akan membangun rumah sejahtera tapak sebanyak 1200 unit diatas tanah seluas 12 hektar.

Kedepan Menpera juga berharap pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah dapat di optimalkan di tengah kota sehingga masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tersebut dapat lebih maksimal dalam mendapatkan pelayanan publik.

Leave a Reply
&
&