Kementerian Perumahan Rakyat siap menggandeng Institut Teknologi Bandung untuk menerapkan konsep “green building” (gedung hijau dan ramah lingkungan) pada program pembangunan Rusunawa Mahasiswa di kampus tersebut.
“Ini diharapkan dapat digunakan sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan karakter mahasiswa ITB dan efisiensi bahan material bangunan,” kata Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa kepada pers usai menerima kunjungan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka di Kantor Kemenpera, Jakarta, Kamis.
Menpera Suharso berharap konsep “green building” pada bangunan Rusunawa akan mampu mendukung program pembangunan yang ramah terhadap lingkungan.
“Kami akan berusaha agar Rusunawa dengan konsep green building ini bisa segera dibangun sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh ITB,” katanya.
Lebih lanjut, Suharso Monoarfa menjelaskan, pihaknya berharap pihak ITB dapat memberikan kajian-kajian maupun disain pembangunan rumah maupun gedung yang ramah lingkungan karena hal ini dapat menghemat energi dan material bahan bangunan.
“Saya harap ITB bisa segera merealisasikan pembangunan Rusunawa itu sehingga bisa menjadi contoh pembangunan dengan konsep hijau,” katanya.
Menurut Menpera, adanya Rusunawa mahasiswa yang dibangun di setiap kampus selain sebagai fasilitas tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lingkungan kampus, bagi mahasiswa tahun pertama, juga bisa menjadi wahana belajar mahasiswa tinggal di hunian vertikal.
Apalagi, tegasnya, ke depan tentunya hunian vertikal menjadi pilihan pembangunan perumahan karena lahan yang semakin terbatas.
Sementara itu, Rektor ITB Akhmaloka, menilai pembangunan Rusunawa di ITB sangat dibutuhkan mengingat jumlah mahasiswa yang cukup banyak dan bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota sehingga membutuhkan tempat tinggal yang layak.
“Kami harap dengan tinggal di Rusunawa, mahasiswa secara tuntas dapat menyelesaikan masa transisi perkembangan hidup dan mengenal sosio-budaya perguruan tinggi dan masyarakat kampus,” katanya Selain itu, tambahnya, konsep green building ini juga mengenalkan kepada mahasiswa konsep konstruksi hijau yang diterapkan pada bangunan dan kehidupan kampus di ITB.
Ketua Tim Satgas Asrama ITB, Iswandi menyatakan, saat ini ITB memiliki empat asrama mahasiswa yakni Asrama Kidang Pananjung , Asrama Sangkuriang, Asrama Kanayakan dan Asrama Bumi Ganesha.
Kapasitas daya tampung ke empat asrama tersebut adalah sekitar 858 mahasiswa.
Sedangkan kebutuhan asrama baru ITB adalah sekitar 850 kamar dengan estimasi mahasiswa tingkat pertama tahun 2015 sekitar untuk 3.500 mahasiswa.
“Asrama yang ada saat ini hanya mampu menampung 858 mahasiswa. Untuk itu kami membutuhkan bantuan asrama baru untuk 850 kamar bagi sekitar 2.642 mahasiswa,” katanya.
sumber: www.vibiznews.com